about a girl

A grandfather was walking through his yard when he heard his granddaughter repeating the alphabet in a tone of voice that sounded like a prayer. He asked her what she was doing. The little girl explained: "I'm praying, but I can't think of exactly the right words, so I'm just saying all the letters, and God will put them together for me, because He knows what I'm thinking." -Charles B. Vaughan

Wednesday, April 20, 2005

Catatan Pecandu Kopi

Coba tebak, secara rata2, siapakah peminum kopi terbanyak di Eropa?

Image hosted by Photobucket.com

Jerman?

Tadinya juga gue pikir begitu sampai suatu hari beberapa minggu yang lalu gue liat data statistik di Marktkorb Sonntag Fulda. Finlandia ada di peringkat atas dengan konsumsi kopi hampir 12 kilo per orang per tahun. Diikuti dengan negara2 Skandinavia lain: Swedia, Denmark, Norwegia, dan ada satu negara lagi kalau gak salah Austria (atau Swiss), setelah itu baru Jerman dengan rata2 hampir separuhnya Finland! Sementara gue pikir dulu gara2 ngeliat orang2 Jerman minum kopi seperti minum air putih, dan gue duga aliran kopi di tubuh mereka jadi agak2 terganggu sama darah, gue pikir semua hasil kopi di seluruh dunia larinya ke Jerman. Sebagai perbandingan, gue yang bagi orang2 sekitar gue udah agak2 nyandu kopi, gue perkirakan gue minum paling banyak 1,75 kilo kopi per tahun!!

Image hosted by Photobucket.com



Tidak cuma di Eropa, namun juga di seluruh dunia. Tidak cuma saat ini, namun sudah sejak lama dalam sejarah. Kopi digemari, kopi dicari, kopi dicandu... Ada apa dengan kopi?

Kalau di Inggris ada upacara minum teh, maka di Italy seharusnya ada semacam "upacara bikin kopi". Yup, karena bikinnya aja bagi gue udah njelimet. Menggunakan mesin2 yang berat2 dan canggih2 yang harganya aja .... well, gue gak tau berapa harganya, tapi yang jelas mahal yak, hehe... Dan nama2 dalam bahasa Italy pun diabadikan dalam nama2 kopi: espresso, mocchacino, capuccino, cafe latte, cafe macchiato, blablabla. Kopi di sana adalah kebutuhan primer. Adalah seni. Adalah uang.

Lalu lihatlah sekitar kalian. Warung2 kopi di mana2. yang dipimpin oleh Starbucks, yang meminjam istilahnya Izhar marketer kita, merupakan raja industri. Bagi kalian yang sedang mencari jati diri, jangan coba2 masuk Starbucks ya, pelayan2nya bakal nanya2 pertanyaan2 yang bikin elo makin guncang dan menyisakan trauma psikologis yang gak bakal sembuh lagi selama2nya. Mungkin syarat untuk jadi pelayan Starbucks adalah harus punya pengalaman jadi pemeriksa paspor di bandara.

Tall atau Large?

seakan2 gue tau gitu looo apa bedanya tall dan large, kasih aja apapun gue juga gak bakal nyadar

Mau tambah syrup?

Oh, adanya sirup apa aja ya Mas?

Kita punya... Vanilla, Hazelnut, Caramel, Peppermint, Raspberry, Almond, Cinnamon, Valencia, Classic, ...

upsss... nyesel deh gue nanya2... gak usah pake sirup deh.

Milk nya apa? Decaf gak? Whipped? Foam? Extra hot? Iced?

Mas mas, mau sekalian nomor HP saya aja gak? *wink* kalau emang sebegitu kepengennya kamu ngobrol sama gue, hehe...

Mas mas, boleh batal aja gak... minta kopi tubruk aja deh, pusing gue... lama2 Starbucks bakal ngasih formulir yang harus diisi dulu deh sebelum kita dapet secangkir kopi susu.

Mas mas, gue milih baju yang mau gue pake hari ini aja butuh 1 jam. Kamu yakin mau nyuruh gue milih kopi apa yang mau gue minum?



Kalau kalian mau menghindari pertanyaan2 bertubi2 tersebut, begini lah seharusnya cara kalian pesan kopi di Starbucks:

Mas, tolong minta caffe latte extra hot dan dry ukuran tall, tambah hazelnut sugar-free campur raspberry syrup, susunya yang non-fat ya kalau bisa yang fat-nya jangan lebih dari 2%, half decaf, no whipped cream, no foam. Makasih.


Hahahahah... niscaya kalian bakal jadi pembeli favorit of the life time-nya Starbucks!

Hahahahah... gue sendiri gak ada ide kopi berbentuk apa yang barusan gue pesen di atas. Kalau sampai pelayan Starbucks itu masih ada pertanyaan lain setelah gue se detail itu, mmmm.... gue gak tau lagi mesti bilang apa.

Tentu percakapan di atas gue hiperbola abis. Sebenernya gak begitu2 banget kok. Waduh gue nyebut merk Starbucks pula, ckckck, bisa2 gue dituntut! Bagi pengelola Starbucks yang baca ini, sori ya gue becanda kok, kopi kalian mantab abis, tapi kalau boleh saran tolong ya itu harganya diturunin dikit... makasih lhoo sebelumnya.

Image hosted by Photobucket.com



Semester lalu, di kelas gue, juga sempat dibahas sekilas tentang kopi. Sebenernya waktu itu fokusnya bukan ngomongin kopi. Kita lagi ngebahas sejarah komunikasi di Eropa. Hari itu kita lagi ngebahas masa2 setelah revolusi Prancis thn 1789. Setelah revolusi, muncul gerakan yang dikenal dengan Aufklärung (Enlightment, Pencerahan) dari rakyat yang menentang penguasaan masyarakat oleh para bangsawan dan istana. Pada masa itu, semua tatanan masyarakat berubah total. Yang sebelumnya aturan adalah berdasarkan hak2 istimewa yang diperoleh turun temurun, pada masa Aufklärung yang diagung2kan adalah kekuasaan di tangan rakyat, nalar, persamaan hak dan derajat di antara manusia.

Pada masa itulah mulai menjadi penting peran warung2 kopi (Kaffeehäusern) sebagai tempat berkumpul dan berdiskusi. Minum kopi jadi trend karena dua hal: Pertama, karena kopi adalah minuman yang punya efek membuat kita terjaga dan satu2nya minuman jaman dulu selain coklat yang tidak beralkohol. Kenapa ini penting? karena hanya dalam kondisi terjaga dan sadar lah manusia bisa menggunakan nalarnya, dan nalar lah yang membuat manusia sama. Kopi jaman dulu adalah minuman kaum intelektual. (Vernünft Getränke).

Kedua, sebagai simbol golongan yang membedakan diri dari kalangan gereja Katolik yang bagi para revolusioner adalah "pendukung otoriterisasi kelompok atas nama Tuhan". Dulu, orang2 Katolik minum coklat (terutama di Prancis dan Spanyol), sehubungan dengan praktek puasa mereka, dan sebagai pembeda, minum kopi-lah rakyat2 biasa. (Protestant Getränke).

.
.
.
.
.

Gue gak tau, apa image para peminum kopi pada zaman modern ini. Workaholic? Orang2 yang kejar2an dengan deadline tanpa habis2nya? Atau orang2 yang khawatir dengan kemungkinan mereka lupa bahwa mereka punya jantung jadi mereka minum kopi sebanyak2nya sampai jantung mereka berdebar2 sangat keras dan dengan demikian menimbulkan perasaan aman karena setidaknya mereka tau kalau mereka masih hidup?

Atau mungkin orang2 biasa? Saking sudah umumnya kopi dan diminum oleh orang2 dari segala usia dan golongan?

Tapi, melihat trend larisnya warung2 kopi yang menjual secangkir kopi dengan harga yang jauh di atas jumlah pendapatan satu keluarga lapisan bawah pada satu hari di Indonesia, maka mungkin juga beberapa puluh tahun ke depan, kopi kembali menjadi minuman eksklusif.

Adegan di bawah terjadi pada suatu hari sekitar 20 tahun yang akan datang di suatu gedung pencakar langit di Jakarta. Percakapan antara seorang pelayan kafe dan salah satu pelanggannya:

Mau minum apa Mel?
Halo say, tolong gue minta capuccino-nya.
Ciye.. lagi tajir ya Mel sampai minum kopi?
Gue abis menang tender 5 triliun nih, jadi gue pikir gue layak lah menghambur2kan uang untuk beli kopi...


Atau... kemungkinan kedua...

Mau minum apa Mel?
Halo say, tolong gue minta capuccino-nya.
Weleh... masih deadline ya? malam ini mau lembur sampai jam berapa lagi? udah berapa minggu loe ngeliat suami loe tidak dalam keadaan tidur?
Kok tau sih? *speechless* Masih untung gue sempat kawin gitu looo...


Atau... kemungkinan lainnya lagi... mengingat warung2 kopi sekarang menjual konsep ngobrol lah sepuas2nya di sini, datanglah ke sini kalian yang lagi gak ada kerjaan...

Mau minum apa Mel?
Halo say, mmm... minum apa ya... gue juga gak yakin sih kalau gue pengen minum, gue ke sini karena gak ada kerjaan aja... bingung gak tau lagi mau ngapain di rumah... hari Senin lama banget sih, seharusnya tuh week end setengah hari aja per minggu!
Ooo, ya udah minum capuccino aja mau?
Ya boleh, apaan juga boleh, elo jual sesuatu yang bisa gue ajak ngomong gak?



Catatan: pembicaraan di atas adalah hasil rekayasa gue. Persamaan nama adalah kebetulan belaka. Yang jelas sih gue pribadi gak begitu yak, jadi cowok2 jomblo tolong jangan ilfil gitu dong sama gue *wink*

Berhubung gue sudah menyinggung2 harga, taukah kalian bahwa salah satu minuman termahal di dunia adalah satu jenis kopi berasal dari Indonesia yang namanya Kopi Luwak? Tidak ada jenis kopi lain di dunia yang bahkan mendekati harganya.

Keistimewaan kopi ini terletak di prosesnya. Jadi ada sejenis binatang bernama Luwak di daratan Sumatra dan Jawa, yang manjat pohon kopi dan makan bunga kopi, dan tidak sengaja mereka juga makan biji2 kopi yang tidak bisa habis mereka cerna, jadi biji2 itu keluar dari tubuh mereka bersama dengan kotoran mereka (hehehe...) Enzim2 dari perut Luwak-lah yang membuat biji kopi terfermentasi dan menimbulkan rasa yang tidak ada duanya di dunia. Gue gak tau, mungkin ini juga sekedar bisa2nya para marketer (semua kepala menoleh ke Izhar), tapi harga per seperempat pon kopi ini adalah 75 dollar! Itupun elo harus nunggu kalau lagi ada stok aja.

Creative Commons License

10 Comments:

  • At 5:53 AM, Anonymous Anonymous said…

    kalo suatu hari terdampar di terminal Nganjuk, Jawa Timur
    ada nenek-nenek penjual kopi.
    elo bakal kaget, rasanya anjrit, enak banget. kopi tubruk yang paling enak yg gue pernah minum...

     
  • At 10:22 PM, Anonymous Anonymous said…

    best regards, nice info Bose cadillac

     
  • At 5:02 PM, Anonymous Anonymous said…

    Hi
    levaquin
    [url=http://levaquin.abc-herbal.com]levaquin[/url]
    levaquin
    [url=http://levaquin.abc-herbal.com]levaquin[/url]
    levaquin
    [url=http://levaquin.abc-herbal.com]levaquin[/url]
    levaquin
    [url=http://levaquin.abc-herbal.com]levaquin[/url]
    Best wihes

     
  • At 4:50 PM, Anonymous noeroel said…

    Di indonesia, yang paling candu sama kopi ya orang gayo

    www.kopigayo.blogspot.com

     
  • At 12:27 PM, Blogger Hope Café said…

    mau belajar bikin kopi ga?
    check out or barista trainee at:
    http://kaskus.us/showthread.php?t=626240

    have a good cup.....

    www.havealittlehope.com

     
  • At 5:00 PM, Blogger zen said…

    pernah dengar kopi joss di angkringan dekat stasiun tugu? kopi panas plus arang yang masih membara. dulu saya senang nenggak itu. setelah di jakarta, ndak pernah lagi. dijamin gak ada soalnya. hehehehe....

     
  • At 11:25 AM, Anonymous Anonymous said…

    keren n seru ceritanya...lanjutin ya....btw ada koq coffee shop yang murah di jogja...namanya djendelo koffie km pasti akan lebih tercengang melihat nama2 yang unik...

     
  • At 10:28 AM, Anonymous Anonymous said…

    hehehe yang bener aja harga kopi luwak segitu ?????? tapi biar dech aq juga g pingin minum tuch kopi luwak "yek2"... crita mu keren n lucu bgt.... tapi lebih enak kopi bikinan nyokap gw apa lagi klo lg marah asli pahit!!!! tenan

     
  • At 8:06 PM, Anonymous faris said…

    halo...
    slm knal...
    sy cuma mw tax...
    dimnan yach bisa dpt..
    kopi khas daerah???
    soalx sy suka minum kopi sih...
    dan sy punya rencana
    utk buat kedai kopi
    khas daerah indonesia...
    mohon bantuannya yach..
    hub sy di :
    ais_jendreng@yahoo.com
    085241386222.
    seblmnya terima kasih...

     
  • At 10:57 AM, Blogger yes.i.do said…

    kopi jos stasiun tugu??

    aneh banget...kopi kok dicemplungin arang...paling enak tetep kopi item. gak perlu arang gak perlu susu.

    hidup kopi item...hehehhehehehe...
    tilangbodoh.blogspot.com

     

Post a Comment

<< Home