about a girl

A grandfather was walking through his yard when he heard his granddaughter repeating the alphabet in a tone of voice that sounded like a prayer. He asked her what she was doing. The little girl explained: "I'm praying, but I can't think of exactly the right words, so I'm just saying all the letters, and God will put them together for me, because He knows what I'm thinking." -Charles B. Vaughan

Thursday, February 09, 2006

Malam terakhir di Fulda


Image hosting by Photobucket

Mid pleasures and palaces though we may roam,
Be it ever so humble there's no place like home!

John Howard Payne (1791-1852)

Creative Commons License

Friday, January 27, 2006

meranggas sayup sayup


Image hosting by Photobucket
Photo by Lisa Gough


galagasi pedar,
di tapal musim panas.
menyaksikan dedaunan meranggas,
ia rentas lalu melangkah sayup.

dan aku.
merindukanmu.
lebih dari sebelumnya.

dan aku.
mengharapkanmu.
lebih dari sebelumnya.







Thanks ya say, buat kata2 barunya.
Ini puisi dgn waktu bikin yg paling singkat sepanjang sejarah blog gue, hehe..

Creative Commons License

Thursday, January 26, 2006

The West and the Rest (bagian 1)


Pada pagi yang kelabu, hujan salju, dan mood gue sama sekali gak bagus setelah berhari2 mimpi2 dan inget2 adegan2 sadis di film2 yg pernah gue tonton jauh di masa lalu, gue chat dengan seorang teman, yg topiknya membuat mood gue makin drop sejuta poin lebih rendah lagi.

**********





setelah gw baca buku economic hit men...gw jd berpikir ulang utk bikin lsm/minta bantuan asing utk problem di indo..Lo baca tuh buku deh..seru sedih en jg bikin marah..gut lak

bhs inggris atau indonesia?
di jkt ada gak bukunya?


gw baca bhs indo

gue gak tau apa isinya, tapi pas banget, kmrn juga di kelas kita ngebahas ttg interest pihak asing dalam ngasih bantuan2 humanitarian begitu

itu buku terbitan 2004,,tapi baru masuk indo
jadiiiiiiiiiiiiiiiii
dengan nada geram,,,,bantuan itu gak ada yg tulus...

yes.
exactly


dan indonesia emang udah jd inceran bantuan asing,,,,krn potensi alam dan market penduduknya

ah gue inget buku itu

alih2 membantu,,,ujungnya kita bakal kena utang luar negri

itu yg disebut2 sama prof siapa tuh yg gue ikut seminarnya di jakarta
gue tulis kok di blog


hummmmm gw gak baca blog elu
yep...itu true story dari american hit men

iya. mrk yg menyusup ke world bank dan IMF

dari taun 70 an ,,,,after sukarno jatuh,,,,,agen2 amerika dah ke indo
yep,,,tepat....world bank...itu intinya

nawarin program2 bantuan pengentasan kemiskinan tapi kebijakan2nya malah menyeret kita jd makin miskin

yg lain2.....back up data

ah. bukunya udah di indonesia. menarik... menarik...

iyahhh bener

iya G, gue udah baca cuplikan2 buku itu

buku itu ringan...enak dibaca...dan perlu

tapi itu beda G, sama apa yg mau kita lakukan kan?

krn si penulis ,,,hummm pter jenkin,,,gw lupa namanya
samaaa....samaaaa....

yg dilakukan amrik thd indonesia lewat IMF dan world bank, beda sama kita mau bikin lsm pake dana jerman kan

hummmm si om jenkin,,,gw lupa namanya
awalnya dia kerja di lsm,,,peace corp.....
asli lsm,,,tapi si pendana nanti kan minta data,,nah data itu yg nanti di pake utk menyerang indo
utk kasus sampah.....ada yg konkrit....
terjadi di arab.....arab gak mau ngurus sampah,,,krn dianggep hina
nah...masuk dehhhhh planning amerika utk bikin waste center yg super canggih...arab di sulap jd kota modern
bedanya....di arab,,,usa cuma cuci uang arab ajah,,,,gak di belitin ama utang,,,,perjanjiannya semua kontrak2 arab hrs jatuh ke tangan kontraktor usa

G, itu antar pemerintah.
sementara *** itu program buat individu
itu kebijakan imigrasi jerman yg gak mau terlalu banyak org asing di jerman
mrk digiring utk freiwilig kembali ke negaranya


hummm kok gw sangsi...
*** EMANG BENER..tapi kl nanti kita bikin lsm..data lsm mo di kasih sapa

G. data kita nanti apa sih
kita gak akan main besar2an juga


data sampah....paling enggak,,,latar belakang kenapa kita perlu bikin program sampah di indonesia

data itu, world bank dan unesco juga punya
bukan rahasia
dan kita akan bikin scope kecil


ic ic....sapa temen lu yg lagi di jkt....
gw kirimin dl bukunya....
or kl iseng di bibliothek mungkin dah ada

ntar gue baca. gue balik 2 minggu lagi kok :D

ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
lo balik lagihhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
hhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

setelah gue baca itu semua dari awal sampe akhir, hm.. kita liat aja nanti





*pembicaraan sedikit kena sensor, berhubung sangat pribadi dan gak ada hubungannya sama sekali sama topik kita kali ini*





jd gini G, inti kuliah gue kmrn.
ada paper dari seseorg namanya paul salem


jd gini apaan???
hmmmm

kl gak salah dia pekerja LSM juga atau apa, gue gak tau, belum baca papernya :D
dia ngebahas ttg neo imperialisme lewat LSM asing


tepat

bhw mrk membantu krn ada interest. gak 100% kemanusiaan.

yep

bahkan pekerja2 LSM asing itu, yg idealis dan optimis dll, walau bgmn secara gak sadar juga punya ketakutan2 tertentu
mnrt paul salem, (atau siapa itu namanya), di semua kasus winner-looser, dalam hal ini globalization winner (barat) dan globalisation looser (misal, indonesia)
ada kecenderungan dari winner utk mempertahankan status quo
dgn dalih WORLD PEACE
tentu saja, mrk mau mempertahankan kemenangan mrk.
mrk mau aman, mau damai
sementara pihak looser, akan bilang "oke, world peace sounds nice but we need first justice"


yepp...aman dan damai bagi barat

dan justice kadang didapat dari konflik

hummmm

dan gue ngoceh

i m listening

ntar gue tulis di blog. gue lebih bisa jernih mikir kl di blog

iya ,,,itu yg gw baca di buku
pegawai2 lsm gak sadar kl mereka jd pion2
oleh konsorsium/kooporasi global,,,,

yes. yes.

nama kerennya coporatocracy..gabungan dari koporat,,,teknokrat,,,dll
inti nya world bank itu mencari profit yg sebesar2 nya dari proyek2 bantuan di negara berkembang

dan menghancurkan

proyek memang jelas,,tampak sangat manusiawi,,tpi di balik proyek ada kontrak2 kerjasama yg sebenrya merugikan negara penerima dana
dgn jaminan usa akan menggg....
membuat posisi penguasa negara td ttp aman
msl suharto 30 thn
indonseia udah lama terjerat.....
balik ke lsm,,,tugasnya si lsm ini ngumpulin data2...yg nanti di jadiin kunci penghancur
msl negara gak punya listrik,,,nanti mereka akan masuk dgn iming2 listrik murah...etc

stlh gue baca buku economic hitmen, mungkin gue bisa berubah pendapat, tapi sejauh ini, menurut gue begini:

...

kehancuran indonesia adlh krn world bank dan IMF, dan hubungan2 government to government yg kebijakan2nya sengaja sesat.
dan lewat LSM asing juga
nah. kalau *** dari jerman itu berapa sih dananya, dan sebesar apa kegiatan yg bisa kita kerjakan dgn dana mrk
btw G
gue merintis karir gue sejak kuliah utk kerja di LSM
mampus bgt gak sih gue skrg.
hati nurani berteriak
siyal. siyal.


hehehee...terasa di begoin yah

hm.

hmm gw tlp dl yahhh]

ok.
dan selain dananya yg CUMA sedikit, *** itu hubungannya bukan ke pemerintah, tapi ke individu (yaitu gue)
yg notabene gak punya power apa2 di indonesia
KALAUPUN gue mau membantu mrk memperluas pasar atau mengusahakan raw material, emang gue punya akses gitu?


....

gini G, yg selalu ada di pikiran gue,

bingung....

skrg gini. dunia memang kotor dan bejat

yeppp

dan sistemnya sudah berurat berakar
skrg, gue bisa apa?
itu aja. skala kecil gue aja.
skrg, gue mau ke mana2 juga kotor. pemerintah RI sendiri KKN, perusahaan2 kapitalis
LSM pun, punya interest yg gak bersih
yg penting skrg G, bukan menghindar.
emang gak bisa menghindar juga sih
tapi maksud gue, kita harus waspada
thd semua usaha penjerumusan


iyahh...

menurut gue, masih lebih baik kalau yg bekerja di LSM2 asing adalah org2 yg SADAR daripada org2 yg gak sadar

tergantung kita nya ajah kali yah
merdekaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
idupppp amellllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllll

krn gue tau org2 yg kerja di ****** ****, mrk BANGGA
digaji dgn gaji yg gak bakal kebayang deh sama gue
ke sana ke mari dgn ID card mrk
itu yg bikin gue MUAK


:-)

mejeng

dasar orgnya sombong yahhh....knp bisa gitu???? norak kali yah,,,perasaan biasa2 ajah deh
gak pernah keluar nagri kali,,,,jd dpt ID udah bangga abis
hihihihi

gak biasa G. dapet tempat kerja di ****** itu bunuh2an
justru yg dicari itu lulusan2 luar negeri
lulusan amrik
terutama


kok aneh...

mungkin utk diadu domba juga pada akhirnya. entahlah.

tau ah mel,,,yg penting gw bisa idup damai di antara rangkaian kata2 elu di blog
heheheh gak macem2 deh...

emang gak usah macem2. gue juga gak mau macem2 :D
teruskan aja elo promosi buku hitmen itu G
itu salah satu cara MENYADARKAN bangsa


:-) gak usah beli dl yahhh...ntar gw kasih

hihi.. thx thx..

dah yeee,,,gw back to work,,,, lo baek2 ajah yahhh disanaaaa...gak usah sedih,,,gak usahhh kangen ama kita disiniiii,,,huahahhahahahhaaaaaaaaaa
2 minggu deket kokkkk :-)

lama bagi gue :-(

buabaiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii amelllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllll

bye
:-h

Creative Commons License

Saturday, January 21, 2006

seketika sunyi senyap


Image hosting by Photobucket


"Woman Lying Down Arching"
A Painting by Arslan.



rebah kepalaku di pangkuanmu,
rasakan hangat darahku mengalir
dari luka yang menganga lebar,
aku berkata dengan tatapanku.




aku memilih.
habiskan nafas-nafas terakhir
menerjemahkan liar gerak matamu.
sementara memintamu akhiri penderitaanku
tak kulakukan.

aku memilih.
tidak sedetik memejamkan mata
hitung bintang-bintang di matamu.
sementara menghitung detik-detik terakhirku
tak kuingat.

aku memilih.
mengeja sakit tanpa mampu melafalkannya
sakit sebab tak sempat melihatmu tersenyum.
sementara sakit luka tusukanmu yang mematikan
tak kuhiraukan.



seketika sunyi di sekelilingku,
rasakan cengkeramanmu menguat
pada lenganku yang melemah,
aku menutup mata.







Ini fanfic. (klik).

Creative Commons License

Sunday, January 15, 2006

W.A.I.T.I.N.G.


Can't we cook the hamburgers yet?

The coals aren't hot enough.

But I'm hungry! I want to eat NOW!


Well, you'll just have to wait.

You know, Calvin, sometimes the anticipation of something is more fun than the thing itself once you get it.

Here we are, it's a beautiful evening. It's nice to just sit here and look at the trees while we wait for the coals to get hot, don't you think?

Dinner will be over soon, and afterward we'll be distracted with other things to do. But now we have a few minutes to ourselves to enjoy the evening.

These summer days go by so quickly. It's good that every now and then we have to wait for something.

...

...

So should I go to McDonald's then, or what?

Yeah, I know. You think you're going to be six all your life.




Waterson, Bill: The Authoritative Calvin and Hobbes. A Calvin and Hobbes Treasury. London (Warner Books), 6th ed., 2000, p. 45.

Creative Commons License

Monday, January 02, 2006

New Year's Resolution



In the year 2006 I resolve to:

Procrastinate more.



Get your resolution here



Creative Commons License

Friday, December 30, 2005

Yahoo! Messenger: Don't ~x( Be <:-P


Image hosted by Photobucket.com


Tanya: Berapa kali gue berantem sama orang lain di Yahoo! Messenger?
Jawab: Seribu juta kali.

**********




Prof Nothdurft adalah salah satu dosen favorit gue di sini, sayangnya gue cuma ikut kelas dia satu semester aja. Latar belakangnya Psikologi dan di FH dia ngajar (antara lain) Teori2 Komunikasi untuk ICEUS semester 1. Pada hari pertama gue hadir di kelasnya, dia bilang bidangnya adalah "segala hal yang terjadi antara dua orang manusia mulai dari saat mereka bertatapan mata selama lebih dari 3 detik hingga seterusnya."

Di kelasnya dia bicara terutama mengenai peliknya komunikasi. Oh, jangankan komunikasi antarbudaya (judul program studi gue), komunikasi antar suami istri saja sebegitu rumitnya (atau justru malah rumit ya? hehe). Dia banyak kasih contoh kisah nyata dirinya dan istrinya.

Nah. Jangan biarkan gue ngelantur. Gue gak akan tulis di sini teori2 komunikasi, untuk itu gue akan serahkan pada para ahlinya saja, Mbak Mama dan Ragil, hehe. Di sini gue cuma akan bahas sedikit konsep dasar komunikasi, itupun hanya untuk membandingkannya dengan komunikasi lewat Yahoo! Messenger (selanjutnya disingkat YM).

Ngobrol sama orang lain secara face-to-face tidak sama dengan membaca buku (yang bilang sama siapa ya Mel?) Kalau lagi baca buku, lalu ada hal2 yg kita gak ngerti, kita bisa balik lagi ke bagian di mana kita gak ngerti trus baca lagi bagian itu, sekali lagi, dua kali, sejuta kali, sampai kita ngerti. Kalau ngobrol sama org, semua kalimat yg dia ucapkan, akan hilang lalu bersama angin (gone with the wind, novel favorit gue) pada detik kalimat itu selesai diucapkan.

Hal ini saja sudah menimbulkan luar biasa banyaknya implikasi dalam komunikasi face-to-face. Karena kata2 kita akan hilang bahkan sebelum kita sempat menutup mulut, maka kita akan berusaha agar org dgn siapa kita bicara mengerti apa yg kita katakan, pada saat itu juga. Bagaimana caranya agar semua kata2 gue langsung dia simpan di kepalanya. Karena kalau tidak, maka tidak ada gunanya gue ngomong kan. Ini kita lakukan melalui berbagai cara. Misalnya, mengulang kembali kalimat2 yg kurang jelas, menegaskan maksud dengan menggunakan aspek2 nonverbal dari komunikasi (misal: gerakan tangan, gerakan kepala, pandangan mata, dll) berikut aspek2 paraverbal (misal: intonasi, irama suara, volume, dll). Cara lain, misalnya, adalah dengan memperhatikan bahasa tubuh lawan bicara kita, untuk yakin bahwa dia ngerti.

Membaca buku adalah komunikasi satu arah. Penulis ingin mengatakan blablabla kepada para pembacanya. Yang penting adalah mengekspresikan apa yg ada di kepala penulis, apa yg ada di kepala pembaca ketika membacanya adalah hal lain lagi. Sementara dalam obrolan antara dua org, prosesnya adalah interaktif. Keduanya sama2 memberi sumbangan terhadap berlangsungnya obrolan. Entah obrolan itu berhasil atau tidak, yang penting keduanya punya peran.

Lalu teknologi komunikasi berkembang. Pada suatu titik dalam sejarah, kita mulai bisa bicara dengan orang yang tidak berada pada tempat yg sama dengan kita, lewat telepon. Yang terjadi juga interaktif. Kalau ada yg kita gak ngerti kita tetap bisa minta tolong diulang, kita tetap bisa tanya. Tapi tetap, telepon membatasi kita untuk hanya berkomunikasi secara verbal dan paraverbal. Kemudian pada satu titik lain dalam sejarah, muncul YM (salah satu contoh komunikasi lewat IM, berhubung gue pake YM jadi contohnya YM aja ya). Di YM, komunikasi menjadi jauh lebih murah, mudah, meluas dari segi cakupan, namun sangat jauh menyempit dari segi kita hanya bertukar kata2. Titik. Gak ada lagi baca gesture atau menebak2 emosi lawan bicara lewat nada suara, dll, hal-hal yang sangat besar sumbangannya untuk menghindari kesalahpahaman.

Memang ada emoticons. Setelah sering chatting sama beberapa orang, gue tau emoticon favoritnya Ragil adalah ini :P sementara Adella dan Bama seneng sekali pakai ini :)) kalau Shinta =)) Iqbal dan Herry :D Bagi yg sering chatting sama gue, ;;) adalah favorit gue. Lalu dia suka sekali pakai :-?? dan gue tau kalau dia ngobrol sama gue tanpa satu pun emoticons itu artinya dia lagi sangat serius. Mbak Mama hobbynya pakai :-) dan sebagainya dan sebagainya. Tapi apakah itu cukup, apalagi bahkan emoticons pun kadang bikin gue salah paham. Apakah gue yg geblek ya, kadang gue masih harus nanya, emoticon tertentu yg dipakai seseorang itu artinya apa. Misalnya, sampai sekarang gue masih gak yakin kalo gue ngerti ini artinya apa O:-) atau ini :-B atau ini =;

Di satu sisi, YM bagus juga karena membuat kita fokus. (Walaupun bagi org2 Leo model gue dan Ragil gak ngaruh juga ya Gil. YM sih YM, tetep aja kita ngelantur, yang ditanya apa, jawabnya apa). YM diharapkan membuat kita fokus, kita hanya harus berusaha mengerti kata2 yg kita baca di layar. Sebaliknya, kita juga hanya harus pikirkan kata2 yg kita ketik. Namun pada saat yang bersamaan, pembatasan ini juga amat sangat bahaya. Karena komunikasi bukan hanya sekedar tukar menukar atau berbagi informasi antara dua orang.

Komunikasi didefinisikan oleh banyak kamus kurang lebih seperti contoh tipikal di bawah ini,

The exchange of thoughts, messages, or information, as by speech, signals, writing, or behavior
-The American Heritage Dictionary-


Exchange of ideas. Dalam versi-versi lain disebut sebagai sharing atau submission of ideas. Kata-kata tersebut (exchange, sharing, submission) mengisyaratkan bahwa ideas adalah sesuatu yg bisa dibagi antara dua org tanpa berubah bentuk. Seperti kita berbagi kue, atau kertas, atau berbagi rumah.

Ide bisa kita klonning dan kita pindah ke kepala orang lain tanpa berubah bentuk, gue setuju. Bisa jadi. Tapi dalam banyak kasus, yang terjadi adalah, penerima pesan akan mengolah pesan tersebut dengan menggunakan apa yg ada di kepalanya sendiri, yang terdiri dari pengetahuan2 dia sejauh ini dan atau pengalaman2 hidupnya, sehingga pada gilirannya dia memberi arti tidak sama seperti yang kita harapkan dia akan mengerti. Ini amat sangat normal.

Mari diterapkan pada kasus YM. Di YM kita menggunakan kata2 yg kita pilih dari kosakata kita yg kita mengerti menurut definisi kata tersebut yg kita adopsi. (Gue merinding baca kalimat gue sendiri). Pesan singkat saja bisa menimbulkan salah paham, bayangkan jika kita bertukar ide yang jauh lebih abstrak.

Untuk menambah pening kepala gue. YM itu harus gue golongkan apa? Komunikasi langsung juga bukan, dari segi kita hanya bertukar kata-kata, titik. Komunikasi sehari2 kita kan jauh lebih kaya dari itu. Dibilang komunikasi tertulis juga enggak, karena komunikasi YM itu karakteristiknya adalah interaktif sekaligus singkat. Maksud gue, bukan komunikasi tertulis seperti kita imel2an. Di YM, A tanya B jawab. A ngomong B menanggapi, dan seterusnya. Kadang, kita belum sempat bangun konteks yang cukup mengenai topik, kita langsung ngobrol, dengan persepsi yg tidak sama. Lalu saling menebak2, apakah dia sudah gila? Kenapa dia ngomong begitu? Apakah dia lagi bad mood atau apa, kenapa dia kasar sekali? Halah. Yang bad mood itu siapa, yang kasar itu siapa.

Hmm.. apakah gue hiperbola ya? Apakah gue lagi masuk siklus histeris gue?

**********



Gue inget satu line dalam buku favorit gue, The Little Prince (Antoine de Saint-Exupéry) dan akan gue tiru di sini sebagai penutup.

Aku bukan orang yang biasa memberi peringatan bagi orang lain, namun resiko salah paham di YM sebegitu besarnya sehingga aku akan melanggar kebiasaanku sendiri dengan berkata serius sambil mengacungkan jari pada kalian, "hati-hati akan bahaya YM!"

:D




Darl, this is the reason why...



PS: Kemungkinan gue bakal nulis paper ttg ini, jadi sekalian gue minta tolong, bagi yg punya arsip chatting sama foreigner gue minta tolong dikirimin ke gue lewat imel, bisa? (Bahasa Indonesia boleh, auf Deutsch boleh en français boleh, tapi lebih diharapkan in english, hehe.. thx sebelumnya). Gue butuh kira2 akhir Januari atau awal Februari. Oh, btw, arsip dalam bentuk Notepad ya please, supaya semua emoticons-nya juga terekam. Terima kasih, terima kasih sebelumnya.




Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com Image hosted by Photobucket.com

Creative Commons License