about a girl

A grandfather was walking through his yard when he heard his granddaughter repeating the alphabet in a tone of voice that sounded like a prayer. He asked her what she was doing. The little girl explained: "I'm praying, but I can't think of exactly the right words, so I'm just saying all the letters, and God will put them together for me, because He knows what I'm thinking." -Charles B. Vaughan

Tuesday, April 19, 2005

Voyeurisme dan Ekshibisionisme


Ambillah buku2 kajian atau text books tentang Psikologi Perilaku Seksual atau Psikologi Abnormal yang mana pun yang kalian temukan. Maka hampir dipastikan dua topik ini dibahas di sana. Voyeurisme dan Exhibisionisme. Keduanya digolongkan ke dalam perilaku seksual menyimpang. Kasus2 voyeurisme dan ekshibisionisme sudah mulai dideteksi sejak dahulu kala (jangan tanya yg lebih detail ya, mana gue inget gitu looo) dan dimonopoli oleh laki-laki. Gue gak tau apakah ada pengecualian, tapi sejauh ini gue gak pernah denger ada perempuan voyeurist atau exhibitionist.

Image hosted by Photobucket.com

Voyeurist adalah orang2 yang mencari kepuasan seksual lewat mengintip di mana orang yang diintip tidak sadar kalau sedang diintip. Dalam kegiatan mengintip ini mereka seringkali melakukan pelanggaran hukum lain (selain pelanggaran hak privasi), misalnya demi ngintip mereka jadi menyelinap atau bawa2 tangga ke halaman2 rumah orang. Yang diintip tentu bukan cewek yang lagi belajar atau lagi masak ya, tapi lagi melakukan kegiatan2 lain yang mereka bakal marah kalau diintip, misalnya lagi mandi. Gak perlu jadi cowok utk mengerti logika bahwa ngintipin cewek belajar tuh gak ada asik2nya.

Sementara ekshibitionist adalah semacam kebalikannya. Mereka adalah orang2 yang mendapatkan kepuasan seksual dari mempertontonkan bagian2 tubuh mereka atau kegiatan2 seksual mereka ke orang2 di jalanan atau di tempat2 umum dimana perilaku demikian tidak diharapkan muncul di situasi tersebut, dan sangat puas melihat keterkejutan atau ketakutan di wajah korban mereka.

Sebelum gue lanjut, gue cuma mau bilang maaf karena gue gak bisa nemuin gambar ekshibisionist yang cukup sopan utk dipajang di blog ini. Dan bagi pembaca yang dibawah umur atau yang sangat sensitif dan gampang kepikiran, tolong jangan coba2 meng-google kata ekshibisionis karena ternyata itu salah satu keywords buat situs2 porno (HA! jangan2 gue malah jd bikin kalian penasaran, weleh...)

Persamaan keduanya adalah tidak adanya persetujuan dari orang2 yang mereka libatkan. Tidak ada persetujuan dari X (sebagai korban voyeurisme) untuk diintip dan tidak ada persetujuan dari Y (dalam kasus ekshibisionisme) untuk melihat. Dengan demikian, kegiatan2 sebagai berikut tidak dapat digolongkan ke dalam voyeurisme dan exhibitionisme: tarian2 striptease di pub2, perkumpulan2 nudis, film porno, dsbg.

.
.
.

Setidaknya di antara temen2 kuliah gue dulu (gue gak yakin bgmn di dunia luar), kita kemudian menggeneralisasi abis2an istilah voyeurisme dan exhibitionisme ini. Misalnya, termasuk voyeurist kita sebut mereka yang suka baca2 sms orang, surat2 orang, pokoknya ngintip hal2 pribadi orang. dan adalah ekshibisionis bagi kita orang2 yang suka pamer. apapun yang dipamerkan, entah dalam bentuk materi atau nonmateri, orang yang lagi pamer kita bilang ekshibisionist. orang2 yang menonjolkan diri, atau yang seneng banget jadi pusat perhatian juga kita golongkan di sini.

.
.
.

Apakah kalian pernah terlibat dalam kegiatan voyeurisme dan ekshibisionisme???

.
.
.

Gue gak perlu repot2 bikin kuesioner kali ini, gue gak perlu repot2 mendengarkan kalian, karena sekarang pun, saat ini detik ini, kita sedang terlibat dalam salah satunya. hehehe... ya iyalah, dalam dunia blog begini... gue adalah ekshibisionis yang mempertontonkan hidup gue secara on line ke seluruh dunia. dan kalian adalah voyeurist, yang repot2 baca2 blog gue dan mencoba mengintip ke dalam dunia gue, BWAHAHAHAHAHA...



Image hosted by Photobucket.com smile and have a nice day! Image hosted by Photobucket.com

Creative Commons License

5 Comments:

Post a Comment

<< Home